Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Submit to FacebookSubmit to Twitter
Dibuat pada 19 Februari 2014
Tanggal Diterbitkan Dilihat: 176
Cetak

RESSSMIBINTANGNEWS.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat tekanan soal proyek jalan tol tengah kota Surabaya. Dalam pertemuan dengan tiga petinggi Dewan Pimpinan Pusat PDIP di Surabaya, Risma menyebut siapa-siapa saja pihak yang menekannya terkait proyek tersebut.

“Bu Risma menyebut ada yang memaksa soal tol. Tapi saya tidak bisa menyebut nama karena tak etis,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 19 Februari 2014. Tjahjo termasuk salah satu utusan PDIP yang menemui Risma.

Tjahjo menyatakan, proyek jalan tol tengah kota Surabaya bukan titipan PDIP. “Bukan dari orang PDIP. Bu Risma menyebut nama di luar partai,” kata dia. Tjahjo juga membantah kabar yang menyebut tol tersebut proyek orangtua dari Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana.

Tjahjo mengatakan, dalam kebijakan soal jalan tol itu, posisi Risma sebagai Wali Kota Surabaya berseberangan dengan Gubernur Jawa Timur. “Ada berbagai kepentingan. Ditambah lagi keduanya berasal dari partai yang berbeda,” ujar dia.

Anggota Komisi I DPR itu juga menampik kabar ketidakharmonisan antara Risma dan Wisnu karena Wisnu pernah menjabat sebagai Wakil DPRD Surabaya. Sementara DPRD Surabaya pernah melayangkan mosi tidak percaya kepada Risma. “Sekarang sudah damai, selesai,” kata Tjahjo.

Soal posisi kedua orang ini, ujarnya, Risma adalah pegawai negeri sipil yang dipilih DPP PDIP sebagai calon wali kota Surabaya dan akhirnya menang pada Pilkada Surabaya 2010 bersama Bambang Dwi Hartono. Sementara Wisnu adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya yang dipilih DPP PDIP untuk menggantikan posisi Bambang yang mundur dari jabatannya.

Sebagai PNS yang diusung PDIP dalam pilkada, Risma penah berkontribusi dana ke partai. Risma juga aktif di berbagai kegiatan PDIP. Namun, kata Tjahjo, PDIP tidak pernah mewajibkan kepala daerah untuk memberi kontribusi dana ke partai,”demikian Vivanews.(yop)

Ikuti Terus Sumber Infomasi Dunia di Bintangnews.com

Diperbarui pada Rabu, 19 Februari 2014 13:17
article thumbnailBINTANGNEWS.com - Di tengah gencar-gencarnya perjuangan perlindungan terhadap hewan, kasus baru terungkap. Di Tiongkok, hewan yang menjadi mangsanya ialah anjing.    
article thumbnailBINTANGNEWS.com - Mahkamah Militer Nigeria menjatuhkan hukuman mati terhadap 54 serdadu karena mereka menolak memerangi milisi Boko Haram.  
Putin says Russian economy will rebound
Kamis, 18 Desember 2014
article thumbnailBINTANGNEWS.com - Russian President Putin has attempted to assuage fears of economic collapse and promised rapid recovery as he faced hundreds of journalists amid the worst financial crisis of his...
More inInternasional