PayJoy Diluncurkan di Indonesia untuk Tingkatkan Inklusi Melalui Akses Kredit

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

JAKARTA, Indonesia, 27 November 2025 /PRNewswire/ — PayJoy adalah penyedia kredit untuk pasar di negara yang sedang berkembang. Hari ini PayJoy mengumumkan peluncuran resmi di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna). Setelah kesuksesan operasionalnya di Filipina, Meksiko, Brasil, Afrika Selatan, dan pasar-pasar lainnya, PayJoy memperkenalkan solusi kredit inklusif di Indonesia untuk memperluas akses kredit yang terjangkau dan bertanggung jawab.

"Ada kesenjangan signifikan dalam akses kredit di Asia Tenggara. PayJoy berkomitmen untuk membantu menutup kesenjangan ini secara bertanggung jawab," kata Rene Payan, Country Manager Filipina dan pimpinan PayJoy di bidang peluncuran pasar baru.

Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia dan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 98% pada tahun 2045, kehadiran PayJoy mendukung upaya nasional untuk memperluas akses kredit secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah memiliki 17 juta pelanggan di seluruh dunia, PayJoy bertumbuh 40 persen per tahun dan tetap mempertahankan profitabilitas pada tahun 2025. PayJoy siap meraup pendapatan sekitar AS$650 juta dan laba AS$110 juta pada akhir 2025.

Sejak didirikan pada tahun 2015, PayJoy adalah salah satu inovator tepercaya di dunia dalam hal infrastruktur kredit alternatif. Ekspansi PayJoy ke Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk menciptakan sistem keuangan yang terbuka, adil, dan inklusif di seluruh dunia.

Tentang PayJoy

PayJoy memperluas akses kredit di pasar negara yang sedang berkembang melalui pembiayaan point-of-sale dan produk kartu. Teknologi kredit beragunan milik PayJoy memungkinkan peminjam baru membangun stabilitas keuangan secara bertanggung jawab dan berpartisipasi penuh dalam perekonomian modern.  Melalui Machine Learning, ilmu data, dan AI anti penipuan yang canggih, PayJoy telah membiayai pinjaman lebih dari $3,5 miliar kepada lebih dari 17 juta orang dan mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.payjoy.com/.

Kontak:

Ivy Yang | Wavelet Strategy | ivy@waveletnyc.com

Logo – https://mma.prnasia.com/media2/2573822/PayJoy_logo.jpg?p=medium600

Berita Terkait

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Clé de Peau Beauté Lanjutkan Kemitraan Global dengan UNICEF, Jangkau 7,3 Juta Anak Perempuan sebagai Target Baru
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Jumat, 17 April 2026 - 07:03 WIB

CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Berita Terbaru